Rabu, 24 Desember 2014
game outbond
Outbond Abda
1. permainan lempar bola, dimana peserta membuat lingkaran penuh dengan satu orang traineer di tengah memegang sebuah bola kecil (bola bekel). Traineer akan melemparkan bola dan menangkapnya lagi. saat bola dilempar ke udara peserta harus bertepuk tangan dan
berhenti ketika bola kembali tertangkap traineer. Peserta yang masih bertepuk tangan setelah bola tertangkap akan dikenai hukuman. Disini peserta dituntut konsen n fokus pada bola yang dipegang traineer karna terkadang trainer hanya berpura-pura akan melempar bola untuk mengecoh peserta. Dari permainan ini dharapkan peserta dapat memahami pentingnya konsentrasi dan fokus pada suatu masalah yang dihadapi.
2. MEMASUKAN PAKU DALAM BOTOL :
Bahan :
1. Benang nilon;
2. Paku;
3. Botol.
Peserta secara bersamaan untuk memasukan paku yang telah disediakan kedalam botol yang berjarak 30 cm dari tempat yang disediakan. Dimana seluruh peserta yang telah mengambil posisi sebelumnya, lalu berdiri secara bersama-sama menuju botol yang tersedia, untuk memasukan paku kedalam wadah yang telah tersedia.
Pemenang : peserta yang tercepat menyelesaikan instruksi fasilitator.
Tujuan : Melatih kerjasama dan kesabaran dalam team, mengasah kepercayaan terhadap teman dan mengasah pola kepemimpinan dalam diri, mendengar intsruksi dari pemimpin atau teman.
3. ESTAFET BALON :
Bahan :
1. Balon yang telah ditiup;
2. Benda sebagai rintangan (kursi).
Peserta yang telah mengapit balon di paha dan kedua selangkang tangan berlari melintasi rintangan yang telah disediakan, dan selanjutnya dia kembali ke tempat lalu dilanjutkan oleh peserta berikutnya, dengan mengover balon yang tersedia tanpa mempergunakan tangan sewaktu mengover balon. Balon tidak boleh pecah.
Pemenang : Peserta yang tercepat dan berhasil melintasi rintangan.
Tujuan : Kesabaran, kecepatan dan ketepatan, tanggung jawab dan kerjasama.
4. 1. Blind Walk
Tujuan permainan ini adalah untuk melatih keseimbangan otak.Langkah yang harus dilakukan oleh peserta adalah tiap-tiap peserta dalam kelompok diminta berjalan dengan mata tertutup (kecuali ketua kelompok) mengikuti jalur yang sudah dibuat.Dengan arahan ketua kelompok yang berjalan paling belakang, peserta berjalan mengikuti jalur tanpa menyentuh pembatas. Kelompok yang pertama memasuki garis finish ditetapkan sebagai pemenang. Pemaknaan dalam permainan ini adalah bagaimana kelompok mengatur strategi dan melatih kedisiplinan serta kerjasama kelompok.
5. 3. Evakuasi Bambu
Tujuan permainan ini adalah melatih kerjasama yang komunikatif. Alat bantu yang digunakan adalah bambu, air, tali dan bola pimpong Prosedur dalam permainan ini adalah :
a. Tiap kelompok berlomba mengeluarkan bola dari dalam bambu dengan cara menuangkan air ke dalam bambu.
b. Cara menuangkannya, bambu yang berisi air hanya boleh diangkat dengan menggunakan tali yang telah disediakan
c. Saat melakukan evakuasi, anggota badan tidak boleh melewati batas aman dari daerah yang telah ditentukan.
Pemaknaan dalam permainan ini adalah :
- Bagaimana langkah peserta dalam melaksanakan tugas ini?
- Strategi apa saja yang peserta gunakan untuk menyelesaikan tugas?
- Mampukan mereka bekerjasama dengan baik?
- Siapakah yang mampu memimpin dan berkomunikasi dengan baik ?
6. Human Ladder
Bentuk Permainan: Peserta berpasangan berhadap-hadapan dan berdiri sejajar. Setiap pasangan memegang kayu (ukuran 1-1,5 m), dan berdiri berjajar membuat seperti anak tangga. Ketinggian bisa bervariasi. Peserta akan menaiki anak tangga yang dipegang oeh temannya. Peserta yang telah dilewati menuju ke depan untuk membuat anak tangga berikutnya.
Tujuan: Berani menerima tantangan dan membentuk kepercayaan yang teguh kepada anggota
7. Blind Train
Bentuk Permainan: Peserta di bagi dalam beberapa kelompok tim, telah diberikan batasan garis finish terlebih dahulu. Seluruh peserta membuat barisan satu banjar kebelakang. Seluruh mata peserta ditutup oleh penutup mata/slayer. Peserta yang paling belakang bertindak sebagai masinis. Instruktur mengumpulkan “masinis” kemudian diberi briefing cara permainan dan diberitahu garis finishnya. Seluruh masinis kembali kekelompoknya masing-masing, berdiri diposisi paling belakang barisan. Cara berjalan adalah, dengan cara menepuk bahu kanan untuk belok ke kanan. Menepuk bahu kiri untuk belok ke kiri. Menepuk dua-duanya untuk jalan lurus. Mulut tidak boleh berbicara sama sekali, kelompok pertama yang sampai di garis finish adalah pemenangnya.
Tujuan Permainan : Melatih kekompakan team/tim, melatih kepercayaan kepada pemimpin, pengaturan strategi, menempatkan orang di tempat yang tepat.
2. 7 Woow
Cara permainan :
• Peserta masih pada posisi lingkaran besar, posisi trainner di pusatnya.
• Trainer mengintruksikan peserta menghitung mulai dari angka satu seterusnya.
• Yang dapat giliran angka tujuh, kelipatan tujuh dan yang mengandung unsur tujuh (misal 7,14,17,21,27,28 dst…) maka mereka harus teriak “woow” sambil koprol.
• Peserta yang salah akan mendapat hukuman.
3. People to people
Cara permainan :
• Peserta masih pada posisi lingkaran besar.
• Trainner menginstruksikan agar peserta menghadap ke kanan, kemudian berjalan memutar sambil bernyanyi.
• Ketika trainer berteriak “people to people” ,maka peserta harus mencari satu pasangan (berkelompok dua-dua).
• Tidak sekedar berpasangan orang tetapi setiap pasangan harus saling memegang telinga kanan pasangannya, lutut saling menempel dan tangan kiri bersalaman.
• Setiap trainner teriak “people to people” maka pasangan harus mencari pasangan yang baru dengan posisi yang sama.
• Akan lebih seru jika posisi bervariasi, misalnya beradu punggung sambil memegang kedua tangan pasangannya (seperti posisi Kate Winslet dalam film Titanic).
4. Samurai
Cara permainan :
• Peserta berdiri melingkar dan bergaya seperti samurai yang memegang pedangnya.
• Instruksi trainner jika “musuh di depan” maka peserta satu langkah kedepan sambil menghujamkan pedangnya, “musuh di belakang” peserta balik badan sambil menghujamkan pedangnya, “musuh di kanan/kiri” peserta menghadap ke kanan/kiri sambil menhujamkan pedangnya.
• Permainan seru karena pasti akan ada kesalahan karena perbedaan persepsi kanan/kiri depan/belakang.
• Lebih seru lagi jika mata peserta ditutup/ sambil memejamkan mata.
5. Bebek, gajah, tukang gading dan tukang daging
Cara permainan :
• Peserta berjalan melingkar memutari pusat lingkaran sambil bernyanyi.
• Kemudian trainner mengatakan “tiga” maka peserta harus berkelompok yang terdiri dari tiga orang.
• Dari tiga orang itu tentukan dua orang berdiri bergandengan untuk menjadi gajah dan satu orang menjadi bebek dengan posisi jongkok di depan gajah.
• Ketika trainner mengucapkan “tukang daging” maka bebek harus berlari mencari gajah lain. Sementara gajah diam berdiri saja.
• Ketika trainner mengucapkan “tukang gading” maka gajah (dua orang) secepatnya mencari bebek yang lain. Sementara bebek diam jongkok saja.
• Ketika trainner mengucapkan “longsor” maka semua harus berlari secepatnya mencari pasangan lain sehingga formasi semula berubah, tidak boleh dengan pasangan yang sama.
• Ketika trainner mengucapkan “nyosor” maka gajah harus menggendong bebek. Ini boleh dilakukan boleh tidak dan biasanya dilakukan pada akhir permainan agar suasana lebih meriah, tergantung improvisasi trainner masing masing.
• Agar lebih seru trainner ikut menjadi peserta sehingga jumlah peserta ganjil, sehingga pasti ada peserta yang tidak mendapat pasangan. Yang tidak mendapat pasangan dihukum.
6. Mesin Manusia
Cara permainan :
• Peserta dikelompokkan menjadi 8-10 orang.
• Setiap kelompok ditunjuk ketua kelompoknya.
• Trainner mengintruksikan agar setiap kelompok melalui ketua kelompoknya membuat satu buah mesin dan memperagakannya di depan kelompok lain. Misal pesewat, kapal, kereta api dsb..
• Trainner menilai siapa yang terbaik diantara semua kelompok.
7. Opposite
Cara permainan :
• Peserta masih dikelompokkan menjadi 8-10 orang.
• Kemudian diintruksikan untuk menyusun barisannya menjadi dua baris pada setiap kelompok. Jadi misalnya ada 5 kelompok maka barisan menjadi 10 baris.
• Kemudian peserta memegang pundak teman di depannya. Peserta yang paling depan sendiri mengangkat kedua tangannya seperti vampire.
• Ketika trainner mengintruksikan “maju/mundur/kanan/kiri” maka setiap baris harus mengikuti perintahnya yaitu loncat kedepan/belakang/kanan /kiri.
• Jika trainner menambah akhiran “coy” maka peserta harus bergerak mengikuti lawan katanya. Misalnya “mundur coy” maka peserta harus maju, atau “kiri coy” maka peserta harus loncat ke kanan.
• Jika trainner menambah akhiran “cing” maka peserta harus diam/tidak bergerak. Misalnya “maju cing” maka peserta diam saja tidak bergerak ke mana-mana.
8. Atom bomb
Alat :
• Tali
• Bola plastik kecil
• Triplek yang sudah dibentuk menjadi lingkaran
Cara permainan :
• eserta berkelompok menjadi 8-10 orang, kemudian setiap kelompok diberi alat seperti pada gambar di bawah.
• Setiap kelompok beradu cepat menuju garis finish dengan syarat bola tidak boleh jatuh. Apabila jatuh, peserta harus mengulangi dari garis start.
10. Estafet tepung
Alat dan bahan :
• Mangkok plastik kecil
• Ember
• Tepung terigu
Cara permainan :
• Peserta berkelompok 8-10 orang.
• Setiap orang dibagikan satu mangkok kecil.
• Kemudian berbaris memanjang ke belakang.
• Setiap kelompok harus berkompetisi secara estafet memindahkan tepung yang sudah disiapkan di depan menuju ember yang ada di belakang dengan syarat mangkok harus melalui atas kepala dan peserta tidak boleh menoleh ke belakang.
• Kompetisi dibatasi hanya dua menit.
• Kelompok dengan tepung paling banyak yang menang.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar